Menelanjangi Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah

0

Kepribadian berdasarkan golongan darah cukup populer di kalangan masyarakat hingga saat ini. Bahkan menjadi hiburan yang menarik ketika komikus asal Korea Park Dong Seong mengangkatnya menjadi konten sebuah komik. Di Indonesia komik tersebut menjadi lumayan laris dan banyak diminati karena pembaca merasa “ini gue banget”. Namun apakah benar golongan darah menentukan kepribadian kita? Untuk menjawab pertanyaan itu saya akan membahasnya melalui artikel ini.

Sejarah Penggolongan Kepribadian Golongan Darah

Golongan darah pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Austria, Karl Landsteinder pada tahun 1930. Beliau membagi golongan darah menjadi 4 macam yaitu A, B, O, AB. Temuan ini kemudian dikaitkan dengan ilustrasi kepribadian dari seorang dokter Yunani abad ke-4 SM, Hippocrates. Hippocrates membangun teori bahwa empat cairan dalam tubuh manusia dapat mempengaruhi suasana hati, emosi, dan perilaku. Empat cairan tersebut adalah darah, empedu kuning, empedu hitam, dan lendir.

Berangkat dari keterkaitan tersebut, pengelompokkan kepribadian manusia berdasarkan golongan darah berkembang lebih lanjut di Eropa pada tahun 1880-1920. Di sisi lain pada era tersebut sedang terjadi panas-panasnya perang dunia. Sehingga ide tersebut menjadi sebuah penelitian dengan tujuan rasisme sebagai pembuktian bahwa ras tertentu bisa lebih unggul dari ras lain. Tujuan rasisme ini menjadi populer di kalangan ilmuwan hingga awal abad ke-20 yang kemudian terkenal dengan nama rasisme ilmiah.

Stereotip etnis yang berasal dari eropa memicu reaksi di Jepang yang sedang gencarnya memperluas pengaruhnya di wilayah Asia. Tahun 1927 penelitian dilanjutkan oleh Takeji Furukawa dan diterbitkan di jurnal ilmiah. Hasil penelitian tersebut hanya melibatkan 10 sampai 20 subyek yang sebenarnya cacat karena tidak ideal secara statistik. Akan tetapi karena semangat “rasisme ilmiah”, penelitian tersebut di Jepang mendadak menjadi populer walau Furukawa sendiri sebenarnya tidak memiliki bukti yang cukup untuk memperkuat gagasannya. Bahkan pemerintah Jepang saat itu menginginkan studi lanjut agar dapat menciptakan prajurit militer ideal.Hasil gambar untuk golongan darah ab jepangPada tahun 1970, seorang jurnalis Masahiko Nomi menghidupkan kembali penelitian Furukawa dengan melakukan survei terhadap 100.000 orang di Jepang, Amerika, dan Eropa. Penelitian tersebut sebenarnya menuai banyak kritikan dari psikolog karena dianggap menyalahi metode ilmiah. Akan tetapi sayangnya penelitian tersebut terburu menjadi populer dan memperkuat keyakinan bahwa golongan darah memiliki keterkaitan dengan kepribadian seseorang. Akibatnya terjadi kasus diskirminatif di Jepang dalam bidang pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan. Obsesi golongan darah ini sudah mengakar dalam budaya Jepang tetapi prasangka dan diskriminasi sudah mengalami penurunan.

Lantas Mengapa Banyak Orang Percaya dan Merasa cocok?

Pertama. Sebenarnya tidak jauh beda dengan konsep ramalan bintang atau yang biasa disebut zodiak. Bedanya zodiak digunakan untuk meramalkan nasib seseorang berdasarkan rasi bintang sedangkan kepribadian golongan darah mengelompokan kepribadian seseorang berdasarkan jenis darahnya. Konsep keduanya sama-sama membuat pembaca seolah-olah menganggap akurat dan sesuai dengan deskripsi tentang dirinya. Fenomena psikologis ini secara ilmiah disebut efek barnum atau efek forer.

Terdapat kecenderungan individu dalam memilih informasi yang memiliki makna yang penting bagi dirinya atau disebut juga Selective Attention. Kecenderungan tersebut dapat dikatakan proses kognitif yang normal terjadi pada manusia. Perhatian selektif (selective attention) sebenarnya membantu individu untuk memilih suatu informasi yang penting dan mengabaikan yang lain. Akan tetapi memungkinkan terjadi kesalahan logika (logical fallacy), jika individu tersebut melakukan pembenaran atau validasi terhadap sepotong informasi tersebut agar sesuai dengan keyakinannya walaupun sebenarnya tidak ada kaitannya. Dalam efek barnum fenomena ini disebut validasi subyekif.

Efek barnum merupakan suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat tentang deskripsi mengenai dirinya. Orang tersebut merasa deskripsi itu seolah-olah dibuat khusus untuk dirinya. Padahal deskirpsi tersebut bersifat umum dan berlaku bagi banyak orang. Ramalan dan penggolongan kepribadian berdasarkan golongan darah disajikan dalam bentuk deskripsi singkat ataupun komik biasanya menggunakan konten yang sangat umum.

Kedua. Pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa apa yang kita pikirkan atau harapkan akan benar-benar menjadi kenyataan. Fenomena ini disebut self-fulfiling procphecy atau dalam bahasa Indonesia diartikan ramalan swawujud. Intinya ramalan positif atau negatif, jika seseorang meyakininya maka akan mempengaruhi perilakunya sendiri hingga ramalan tersebut benar-benar terwujud. Misalnya seseorang dengan golongan AB percaya bahwa kepribadian golongan darah tersebut merupakan tipe orang yang ramah dan tenang. Karena orang tersebut meyakini maka akan mempengaruhi perilakunya sehingga ramalan kepribadian berdasarkan golongan darah menjadi terpenuhi.

Bagaimana Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah Menurut Psikologi?

Ilmuwan psikologi banyak memberikan kritikan tajam terhadap teori kepribadian berdasarkan golongan darah. Banyak yang menganggap bahwa teori tersebut pseudosain karena tidak memiliki sandaran ilmiah yang kuat. Oleh karena itu dari berbagai literatur dan buku psikologi kepribadian yang pernah saya baca, hampir dipastikan teori tersebut tidak dapat jadi patokan guna mengukur kepribadian seseorang.

Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Oleh karenanya para ahli psikologi sepakat bahwa kepribadian adalah sesuatu yang dinamis. Tentunya akan bertolak belakang jika dilihat dari konsep kepribadian berdasarkan golongan darah. Sangat kecil kemungkinan golongan darah seseorang berubah dari A ke B dan berubah pula kepribadiannya.

Akhir kata, pembagian kepribadian golongan darah tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Namun penelitian-penelitian tentangnya masih berkembang hingga saat ini. Menurut penulis, adanya ramalan atau komik mengenai kepribadian golongan darah tak lain hanya sebatas hiburan semata. Jika Anda meyakininya maka ambilah yang posiitif agar berpengaruh pada perilaku Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here