Kenali, Apa Itu Alexithymia?

1

Setiap orang biasanya mengerti bagaimana perasaannya dan tahu bagaimana mengekspresikannya secara tepat. Namun, pernahkah Anda memiliki teman yang mengekspresikan perasaannya secara datar-datar saja? Atau mungkin dalam momen yang seharusnya menyenangkan atau menyedihkan ia terlihat seolah tanpa ekspresi atau tidak menunjukan ekspresi yang berarti? Jika iya, mungkin orang tersebut mengalami kecenderungan alexithymia.

Apa itu Alexithymia?

Alexithymia sebenarnya tidak dikategorikan sebagai gangguan mental dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi ke-4 dan ke-5 yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA). Alexithymia merupakan bagian dari sifat kepribadian (personality traits) pada seseorang atau dengan kata lain alexithymia bukan merupakan gangguan psikiatri sehingga dapat ditemukan pada populasi normal. Walapun demikian, alexithymia dapat menjadi faktor banyak gangguan psikologis yang lebih serius.

Seseorang yang memiliki kecenderungan alexithymia akan mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan, mengidentifikasi, dan mengintepretasikan perasaannya sendiri atau orang lain. Sehingga orang tersebut akan sulit mengungkapkan perasaannya atau bahkan tidak tahu emosi apa yang dirasakannya.

Jenis-jenis Alexithymia dan Penyebabnya

Literatur psikologi mengidentifikasi gangguan kepribadian ini menjadi dua jenis yaitu “trait” dan “state”. Keduanya dibedakan berdasarkan intensitasnya. Alexithymia trait merupakan sifat melekat pada kepribadian seseorang yang konsisten seiring waktu. Biasanya disebabkan karena peristiwa-peristiwa yang terjadi terkait di usia dini. Misalnya penelantaran oleh orang tua pada saat masih kecil. Atau penyakit bawaan akibat gangguan saraf otak seperti parkinson. Sedangkan Alexithymia state merupakan gangguan bersifat sementara karena suatu peristiwa yang spesifik. Umumnya disebabkan pasca trauma dan stress akibat peristiwa mengerikan yang pernah dialami. Alexithymia state tidak permanen dan hanya muncul pada keadaan tertentu yang spesifik.

Tanda-tanda Alexithymia

Penulis berpedoman pada alat ukur psikologi yaitu Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) yang disusun oleh R. Michael Bagby, James D. A. Parker, dan Graeme J. Taylor pada tahun 1994. Dalam konstruk alat ukur tersebut terdapat tiga dimensi besar alexithymia yaitu kesulitan mengidentifikasi perasaan, mendeskripsikan perasaan, dan kecenderungan merespon perilaku yang terkait dengan kejadian diluar dirinya sehingga mengabaikan pengalaman afektif. Jika kita breakdown dimensi tersebut maka kita akan memperoleh tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Sulit untuk berbicara tentang emosi sendiri
  2. Sering salah dalam mengekspresikan emosi yang dirasakan
  3. Sering dianggap sosok yang logis sehingga kurang empati
  4. Reaksi yang datar terhadap karya seni, sastra, dan musik
  5. Bingung dengan reaksi emosional orang lain
  6. Cenderung mengambil keputusan berdasarkan prinsip tanpa menimbang perasaan
  7. Memberikan jawaban bertele-tele hanya untuk pertanyaan sederhana
  8. Tidak ada refleksi perasaan dalam setiap ucapannya
  9. Menghindari menjalin hubungan dekat secara emosional

Orang yang mengalami gangguan alexithymia akan menunjukan perilaku yang hampir mirip dengan anti-sosial. Akan tetapi ada perbedaan antara anti-sosial dengan alexithyimia. Perbedaan yang mendasar adalah penderita alexithymia hanya terpicu oleh sesuatu yang ada di luar dirinya yang dianggap melukai ego-nya. Sedangkan perilaku anti-sosial murni disebabkan karena adanya dorongan dari dalam dirinya.

Pribadi yang memiliki kecenderungan alexithymia akan menghindari hubungan dekat secara emosional. Kesulitan mereka dalam membangun relasi antar pribadi acap kali menjadi masalah. Jika terpaksa harus menjalin hubungan dengan orang lain, mereka biasanya akan berusaha agar hubungan tersebut menjadi dangkal.

Expresi yang datar, flat, dan susah mengekspresikan emosi merupakan pertanda alexithymia. Namun jika Anda memiliki teman yang demikian jangan terburu-buru menghakiminya. Karena untuk mengetahui kondisi lebih jauh perlu dilakukan pengukuran oleh peneliti dan psikolog melalui kuisioner yang teruji secara ilimiah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here