7 Film dengan Nuansa Psikologi yang Sayang Jika Dilewatkan

1
7 Film Bernuansa Psikologi
Sumber gambar : www.citylit.ac.uk

Film bergenre psikologi kerap membuat penonton diajak untuk berteka-teki, bermain-main dengan pikiran tentang perubahan psikologis yang dialami tokoh-tokohnya. Beberapa film yang bagus kebanyakan diangkat dari novel yang terkenal atau bahkan kisah nyata. Saya termasuk orang yang menyukai genre film ini.

Tentunya we can learn a lot and figure out of learning about psychology theories, case, and patology atau dengan kata lain dengan film kita bisa belajar banyak hal tentang psikologi. Nah, bagi kalian yang sedang asyik-asyiknya belajar di dunia psikologi jangan lewatkan film-film menarik ini.

1. The Silence of the Lamb (1991)

Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins) adalah seorang psikiater sekaligus pembunuh yang kanibal. Ia mendekam di penjara karena FBI menduga psikiater in terlibat kasus pembunuhan berantai yang sadis di Buffalo Bill. Dr. Hannibal merupakan seorang psikopat jenius sehingga pihak FBI harus mengutus agen yang kompeten untuk mengorek informasi.

Clarice Starling (Jodie Foster) seorang agen FBI wanita yang memiliki prestasi akademi yang bagus di sekolah FBI mendapat kesempatan untuk menangani kasus ini. Dengan di bawah pimpinan Crawford (Scott Glenn), Clarice ditugaskan mewawancarai dan menggali secara detail mengenai Dr. Lecter selama di penjara. Cerita yang diangkat dari Novel Thomas Harris ini menjadi film psikologi yang menarik. Karena selain mengisahkan tentang seorang yang psikopat, film ini juga memberikan gambaran mengenai proses dalam psikologi forensik.

2. Shutter Island (2010)

Film bergenre Psychology Thriller buatan Amerika tahun 2010 ini dibintangi oleh aktor kondang Leonardo DiCaprio. Cerita dalam film ini juga diangkat dari novel karangan Laeta Kalogridis. Shutter Island mengisahkan tentang dua anggota U.S Marshal yaitu Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan Chuck Aule (Mark Ruffalo) yang dikirim ke pulau di area Massachusetts untuk menyelediki kasus mengenai hilangnya seorang wanita bernama Rachel Solando (Emiliy Mortimer). Pulau itu bernama Shutter Island yang digunakan sebagai penjara bagi narapidana yang menderita gangguan jiwa.

Rachel Solando sebenarnya adalah seorang perawat yang sedang mencari pasien 67 bernama Andrew Laeddis. Sebelum menghilang Rachel meninggalkan pesan mengenai pasien 67 tersebut. Pesan tersebut menjadi sumber Teddy Daniels dalam menyelesaikan kasus hilangnya Rachel. Namun, ternyata Andrew Laeddis atau pasien 67 itu adalah tokoh khayalan yang diciptakan Rachel. Singkatnya pasien 67 itu adalah Teddy Daniels sendiri yang sedang mengalami delusi. Ceritanya memang paradoks dan cukup membingungkan, namun sangat menarik dan membuat otak kita bertanya-tanya tentang misteri dibalik film ini.

3. A Beautiful Mind (2001)

A Beutiful Mind menceritakan seseorang ahli matematika jenius yang mengalami skizofrenia bernama John Nash (Russell Crowe). Drama ini diangkat dari kisah nyata dan didasari sebuah buku karya Sylvia Nasar.

John Nash adalah tipe orang yang suka menyendiri, pemalu, rendah diri, dan introvert. Ia merasa banyak orang yang tidak menyukainya. Walapun begitu ia memiliki kemampuan matematika yang bukan main-main. Berkat kemampuannya John Nash berksempatan untuk kuliah di kampus terkemuka yaitu Universitas Princeton. Pada masa Perang Dingin, Nash mengalami halusinasi dan dibayangi ketakutan karena dibuntuti agen rahasia untuk memecahkan kode kritpografi. Dengan gangguan yang diderita Nash, ia harus berjuang keras untuk sembuh dan menyelesaikan studinya. Pada tahun 1994 ia meraih Nobel karena berhasil menemukan toeri ekonomi kontemporer. Selain bernuansa psikologi yang kental, cerita dalam film ini sangat inspiratif dan membangkitkan motivasi sehingga sangat sayang untuk dilewatkan.

4. Perfurme: The Story of a Murdered (2006)

Judul dari film ini diadaptasi dari novel populer karya Suskind pada tahun 1985. Karena kualitas sinematografi dan akting yang bagus, menjadikan film Jerman ini menghabiskan biaya anggaran yang tergolong mahal. Tentunya dengan kualitas tersebut film ini juga tidak layak untuk dilewatkan. Cerita dalam film ini juga memberikan latar belakang psikologis yang tidak biasa.

Film ini berkisah tentang seorang bernama Jean-Baptiste Grenouille (Ben Whishaw) yang lahir di pasar ikan kumuh kota Paris. Semasa kecil Jean dibuang oleh ibunya karena tidak mampu menghidupinya. Akibat perilaku tersebut, ibunya meninggal di tiang gantungan. Semasa kecil, Jean memiliki kemampuan yang tergolong cukup unik, yaitu mampu mengenali berbagai jenis bau. Karena keahlian inilah Jean menjadi ahli parfum yang terkenal.

Namun, Kepekaannya dalam mengenali bau membuat Jean menjadi seorang yang obsesif. Banyak sekali bau yang ia kenali sehingga merasa perlu ke dunia luar untuk menemui bau yang tidak ia kenali. Obsesi Jean membuatnya menjadi orang yang membawa malapetaka bagi banyak orang. Ia tak segan membunuh demi “mengekstrak” bau manusia untuk dijadikan parfum.

5. Split (2017)

Split ini merupakan film yang sang kental bernuansa psikologi. Film yang lahir di Amerika ini dibintangi oleh James McAvoy yang berperan sebagai Kevin Wendell Crumb yang memiliki 24 kepribadian yang berbeda-beda. Dalam dunia psikologi, gangguan ini disebut sebagai Dissociative Identity Diseroder (DID) atau kepribadian ganda. Kevin yang menderita DID digambarkan sebagai seseorang yang berbahaya dan menyeramkan, walaupun sebenarnya orang yang mengalami DID tidak seseram itu. Akan tetapi bagi yang suka film-film bernuansa psikologi, jangan sampai melewatkan film ini.

6. Raw (2016)

Bagi yang “gampang jantungan” ketika melihat film horor berdarah-darah dan sadis seperti saya, film Raw ini mungkin bisa jadi film alternatif. Karena film horor yang berdarah-darah ini ditampilkan agak “kalem” menurut saya. Film ini juga menampilkan proses psikologis seorang gadis muda yang bertumbuh kembang dan kemudian mengalami perubahan yang ekstrim ketika mengenal jati dirinya.

Kisahnya bermula dari seorang gadis bernama Justine (Marillier) yang semenjak kecil menjadi vegetarian karena paksaan ibunya. Ketika ia lulus SMA, Justine memutuskan untuk melanjutkan studinya di kampus kedokteran hewan. Bersama kakaknya Alexia (Rumpf) yang sudah menjadi senior, Justine sebagai mahasiswi baru diplonco dengan dipaksa memakan daging hewan dan disiram oleh darah.

Akibat perploncoan itu, Justine yang mulanya vegetarian merasa berhasrat untuk makan daging mentah. Perilakunya menjadi lebih ekstrem ketika hasratnya memakan daging terpenuhi. Ketika segala daging mentah binatang sudah dianggap tidak memuaskan ia malah ingin mencoba daging manusia. Kakak kandungnya pun ternyata memiliki hasrat yang sama terhadap daging sehingga mereka berdua mengetahui satu sama lain keanehan ini. Lambat laun Justine pun akhirnya mulai mengetahui mengapa ibunya memaksa dirinya menjadi vegetarian.

7. Flew Over the Cuckoo’s Nest (1975)

Cerita dalam film ini mempunyai sudut pandang yang menarik yaitu sudut pandang dari “orang gila”. Walaupun tergolong film lawas, drama komedi yang berasal dari Amerika ini tergolong film psikologi yang sayang untuk dilewatkan. Film ini mengisahkan tentang seorang narapidana Randle McMurphy (Jack Nicholson) yang tertuduh kasus tindak pemerkosaan anak di bawah umur. McMurphy berpura-pura gila saat di penjara sehingga ia dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Ia beranggapan bahwa hidup di rumah sakit jiwa lebih baik daripada di penjara.

Kehidupan sehari-hari di rumah sakti jiwa membuat Murphy mempunyai banyak teman yang akrab dan disayanginya. Namun pihak rumah sakit jiwa memperlakukan pasiennya dengan tidak manusiawi. Hal ini membuat Murphy merasa kasian dengan “teman gilanya”. Sehingga ia mencoba mengajak teman-teman tersebut kabur dari rumah sakti jiwa dengan banyak cara.


1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here